Rabu, 02 November 2011


Mekanisme Gerak Pada Hewan Vertebrata

A.Pendahuluan
Gerak adalah suatu tanggapan terhadap rangsangan baik dari dalam maupun luar. Gerak dapat berupa gerakan sebagian anggota tubuh maupun keseluruhan tubuh,misalnya pindah tempat.
            Gerak pada vertebrata disebabkan oleh kontraksi otot yang menggerakan tulang. Jadi,gerak merupakan kerja sama antara tulang dan otot.Tulang disebut alat gerak pasif karena hanya mengikuti kendali otot,s edangkan otot disebut alat gerak aktif karena mampu berkontraksi, sehingga mampu menggerakkan tulang.
            Terdapat perbedaan mekanisme gerak antara hewan yang hidup di darat dan di air. Hewan yang hidup di air,gerakanya dipengaruhi oleh air sebagai mediaumnya.
Umumnya,ikan bergerak dengan mengibaskan ekornya, sehingga terjadi dorongan ke depan. Bentuk tubuh ikan biasanya seperti torpedo,sehingga dapat meluncur melawan air.
Pada hewan yang hidup di darat, tulang belakangnya melengkung sehingga memberi keleluasaan dalam bergerak. Bagaimanakah gerakan yang terjadi pada manusia? Manusia mempunyai susunan alat gerak seperti vertebrata lainnya. Kerangka manusia tersusun kurang lebih 200 tulang penyusun rangka.

http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRwpIvTk4WLJwRyuqcUcnHSQmzkng2V2ce7wItibN5x90VI4B0n_A
           
B.TULANG
            Tulang disebut alat gerak pasif karena digerakan oleh otot.Akan tetapi, tulang tetap mempunyai peranan penting karena gerak tidak mungkin terjadi tanpa tulang.

1.Jenis-jenis Tulang
Ada dua macam tulang berdasarkan jaringan penyusunnya dan sifat-sifat fisiknya,yaitu tulang rawan (kartilago) dan tulang (osteon).
            a)Tulang Rawan (Kartilago)
            Tulang rawan bersifat bingkas dan lentur serta terdiri atas sel-sel rawan yang dapat menghasilkan matriks berupa kondrin. Pada anak-anak,jaringan tulang rawan banyak mengandung sel-sel, sedangkan pada tulang orang dewasa banyak mengandung matriks.
Pada orang dewasa,tulang rawan hanya terdapat pada beberapa tempat,misalnya: cuping hidung,cuping telinga,antara tulang rusuk dan tulang dada, sendi-sendi tulang,antar ruas tulang belakang, dan pada cakra epifisis
            Tulang rawan pada orang dewasa dibentuk oleh selaput tulang rawan (perikondrium) yang mengandung sel-sel pembentuk tulang rawan (kondroblas).

http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQZkvnYSwUvoX2M4MUQJizzxCWisWhDpmD4SqV4k3aiuBMPCniJww


b)Tulang (osteon)
      Tulang bersifat keras dan berfungsi menyusun berbagai                                                                                                  sistem rangka. Tulang tersusun atas bagian-bagian sebagai berikut.
 1.Osteoprogenator : merupakan sel khusus,yaitu derivat mesenkima yang memiliki potensi mitosis dan mampu berdiferensiasi menjadi osteoblas. Osteogenerator terdapat dibagian terluar membran (periosteum).
 2.Osteoblas : merupakan sel tulang muda yang nantinya akan  membentuk osteosit.
 3.Osteosit : merupakan sel-sel tulang dewasa.
 4.Osteoklas : merupakan sel yang berkembang dari monosit dan terdapat di sekitar permukaan tulang. Fungsi osteoklas untuk perkembangan,pemeliharaan,perawatan, danperbaikan tulang

http://sovi88.files.wordpress.com/2011/02/perkembangan_sel_-_sel_tulang.jpg

Pembentukan tulang terjadi segera setelah terbentuk tulang rawan (kartilago). Kartilago dihasilkan dari sel-sel mesenkima.Setelah kartilago terbentuk, bagian dalamnya akan berrongga dan terisi oleh osteoblas. Osteoblas juga menempati jaringan seluruhnya dan membentuk sel-sel tulang.
            Sel-sel tulang dibentuk terutama dari arah dalam keluar,atau proses pembentukannya konsentris. Setiap satuan-satuan sel tulang mengelilingi suatu pembuluh darah dan saraf membentuk suatu sistem yang disebut sistem Havers. Di sekeliling sel-sel tulang terbentuk senyawa protein yang akan menjadi matriks tulang.Kelak,  ke dalam senyawa protein ini terdapat pula senyawa kapur dan fosforus sehingga matriks tulang akan mengeras. Proses penulangan disebut osifikasi.

http://2.bp.blogspot.com/-M4OyUZj1hhE/TgVmq8TBZyI/AAAAAAAAAlc/CAU5j4zQImk/s1600/Sistem+Havers+pada+jaringan+tulang.pngBerdasarkan matriksnya, jaringan tulang dibedakan sebagai berikut.
1.Tulang kompak: merupakan tulang dengan matriks yang padat dan rapat,misalnya tulang pipa.
2.Tulang spons:  merupakan tulang yang matriksnya berongga,misalnya tulang-tulang pipih dan tulang-tulang pendek.




Berdasarkan bentuknya,terdapat tiga macam bentuk utama tulang yang menyusun rangka tubuh,  yaitu tulang pipa, pipih, dan pendek. Selain itu juga ada tulang tak berbentuk.
1.Tulang Pipa (Tulang Panjang)
            Tulang pipa berbentuk tabung dan pada umumnya berongga. Di ujung tulang pipa terjadi perluasan yang berfungsi untuk berhubungan dengan tulang lain. Contoh tulang pipa adalah tulang betis,  tulang kering,  tulang hasta,  tulang pengumpil.
            Tulang pipa terbagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian tengah diafisis,  kedua ujung disebut epifisis, dan antara epifisis dan diafisis disebut cakra epifisis. Pada anak-anak, cakra epifisis berupa kartilago yang mengandung osteoblas, dan pada orang dewasa yang sudah tidak bertambah tinggi lagi, cakra epifisis sudah menulang. Osteoblas menempati rongga yang disebut sumsum tulang. Di dalam tulang pipa terdapat osteoklas yang berfungsi untuk merombak tulang.




http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRVFuPjrXxSFQO49x30O0vu8xA1X__MpWs8dlP-tnE3b2B9gIO-uw
2.Tulang Pipih
Tulang pipih tersusun oleh dua lempengan tulang kompak dan tulang spons, di dalamnya terdapat sumsum. Kebanyakan tulang pipih menyusun dinding rongga, sehingga tulang ini sering berfungsisebagai pelindung atau untuk memperkuat. Contohnya adalah tulang rusuk,  tulang belikat, dan tulang tengkorak.
3.Tulang Pendek
            Tulang pendek berbentuk kubus dan hanya ditemukan pada pangkal kaki, pangkal lengan dan ruas-ruas tulang belakang.
4.Tulang Tak Berbentuk
            Tulang tak berbentuk memiliki bentuk yangt tidak tertentu. Tulang ini terdapat di wajah dan tulang belakang.

2.Fungsi Tulang
            Fungsi tulang pada manusia selain menyusun rangka, juga mempunyai fungsi lain, yaitu:
a.memberi bentuk tubuh
b.melindungi alat tubuh yang vital
c.menahan dan menegakan tubuh
d.tempat perlekatan otot
e.tempat menyimpan mineral, terutama kalsium dan fosfor
f.tempat pembentukan sel darah
g.tempat menyimpan energi, yaitu simpanan lemak yang ada di sumsum kuning.


3.Hubungan Antartulang
            Tulang di dalam tubuh dapat berhubungan secara erat atau tidak erat. Hubungan antar tulang disebut artikulasi. Untuk dapat bergerak diperlukan struktur khusus tersebut yang namanya sendi. Terbentuknya sendi dimulai dari kartilago di daerah sendi.
            Mula-mula kartilago akan membengkak lalu kedua ujungnya akan diliputi jaringan ikat. Kemudian kedua ujung kartilago membentuk sel-sel tulang,  kedua-duanya diselaputi oleh selaput sendi (membran sinovial) yang liat dan menghasilkan minyak pelumas tulang yang disebut minyak sinovial.

http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTfR9s0vWINl9QHcziNJ2eASuOqbsBWQRQepkIgzHqflzUIZyO1


Di dalam sistem rangka manusia terdapat tiga jenis hubungan antartulang, yaitu sinartosis, amfiartrosis, dan diartosis.
a.Sinartrosis
            Sinartrosis adalah hubungan antar tulang yang tidak memiliki celah sendi. Hubungan antar tulang inidihubungkan dengan erat oleh jaringan serabut sehingga sama sekali tidak dapat digerakan.
            Ada dua tipe utama sinartrosis, yaitu suture dan sinkonarosis.  Suture adalah hubungan antartulang yang dihubungkan dengan jaringan ikat serabut padat, contohnya pada tengkorak. Sinkordrosis adalah hubungan antartulang yang dihubungkan oleh kartilago hialin. Contohnya, hubungan antara epifisis dan diafisis pada tulang dewasa, hubungan antartulang ini tidak dapat digerakan.

b.Amfiartrosis
Amfiartrosis adalah sendi yang dihubungkan oleh kartilago sehingga memungkinkan untuk sedikit gerakan. Amfiartrosis dibagi menjadi dua, simfisis dan sindesmofis.      Pada simfisis, sendi dihubungkan oleh kartilago serabut yang pipih, contohnya pada sendi intervertebral dan simfisis publik. Pada sindesmosis, sendi dihubungkan oleh jaringan ikat serabut dan ligamen. Contohnya, sendi antara tulang betis dan tulang kering.
c.Diartrosis
            Diartrosis adalah hubungan antartulang yang kedua ujungnya tidak dihubungkan oleh jaringan sehingga tulang dapat digerakan, disebut juga sendi.
            Diartrosis disebut juga hubungan sinovial yang dicirikan oleh keleluasaannya dalam bergerak satu arah  dan ada pula yang bergerak ke berapa arah.


 SHAPE  \* MERGEFORMAT
sinartrosis

Amfiartrosis





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar